Minggu, 16 April 2017

Enam Pertanyaan Imam Al-Ghazali Kepada Muridnya



Suatu ketika Imam Al-Ghazali berkumpul bersama murid-muridnya dan bertanya 6 perkara:
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?" tanya Imam Al-Ghazali. Murid-muridnya menjawab berbeda-beda. Mereka menjawab “Orangtua,” “guru,” “teman” dan “kerabat.” Lalu, Sang Imam menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar, tapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian."




"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?" tanya Imam Al-Ghazali.
Murid-muridnya menjawab: bulan, matahari, dan bintang-bintang. Beliau menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi, jawaban yang paling benar adalah “Masa lalu.” Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dengan kendaraan apa pun. Maka, kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Ilahi.

"Apa yang paling besar di dunia ini?" tanya Imam Ghazali.

Murid-muridnya menjawab: gunung, bumi, lautan dan matahari. Menurut Imam Al-Ghazali, semua jawaban mereka benar.Namun, hal yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu." Karena itu kita harus hati-hati dengan hawa nafsu.

"Apa yang paling berat di dunia ini?" tanya Sang Imam lagi.
Mereka menjawab: baja, besi, dan gajah. Al-Ghazali mengatakan bahwa semua jawaban mereka benar, tapi hal yang paling berat adalah "memegang amanah."

"Apa yang paling ringan di dunia ini?" tanya Imam Al-Ghazali.
Mereka menjawab: kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Sang Imam menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar, namun yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan shalat.” Sungguh begitu banyak orang yang sering meninggalkannya dengan begitu ringan.

"Apakah yang paling tajam di dunia ini?" tanya Imam Ghazali.

Murid-muridnya menjawab dengan serentak: “Pedang.” Lalu, Sang Imam pun menjawab, “Kalian benar!” Tapi, menurutnya, benda yang paling tajam di dunia ini adalah "lidah manusia.

Kamis, 13 April 2017

PENGAJIAN UMUM REMAJA PENARUKAN LAUQ DALAM RANGKA PERINGATAN ISRA MI’RAJ




Penarukan Lauq,  Kamis (13 April 2017 ) Pengajian di Masjid Masjid Nurul Huda dalam rangka memperingati isra mi’raj Nabi Muhammad 1438 H/2017 M. tempat di masjid Nurul Huda Dusun Penarukan Lauq, Desa Kebon Ayu, kamis 13 April 2017. Adapun tema dalam pengajian isra Mi’raj “ Memetik Hikmah Perjalan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1438 H.

Sebelum Tuan Guru Haji Muzaqi  memberikan tausiah nya, Amaq Simah ( Kiyai Dusun Penarukan Lauq ) membacakan Fatiha-fatiha dan Surah Nahdlatain, setelah Pembacaan Surah Fatihah, dilanjutkan tausiah oleh Tuan Guru Haji Muzaqi, adapun isi tausiah yang diberikan kita semua harus mengucapkan syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT adapun ucapan syukur yang paling mudah adalah dengan mengucapkan Alhamdulilah. dalam tausiahnya Tuan Guru memberikan Tausiah nya.

Adapun isi penting Tausiahnya :
PERINGATAN ISRA DAN MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1438 “

MATERI PENGAJIAN TADI MALAM
1.      Rajab adalah bulan ketujuh dalam penanggalan hijriyah yang disebut memiliki keistimewaan di antara bulan-bulan lainnya. Pada bulan Rajab ini terdapat peristiwa yang sangat agung dan suci yakni Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

2.      "Sesugguhnya di sorga terdapat kolam yang dinamakan Rajab, dimana panjangnya 500 tahun perjalanan di dunia, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu, lebih harum dari Parfum Kasturi, dan lebih sejuk dari Es yang ada Dunia.  Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari Kolam tersebut tersebut, dan termasuk orang yang Ashabul Yamin.
3.       
4.      Bertanya pada Jibril a.s : Kemudian Nabi Muhammad Saw bertanya Kepada Malaikat Jibril “Wahai Jibril untuk siapakan Kolam  ini ?” Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad Kolam ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.
“barang siapa yang sholawat pada bulan rajab dia termasuk Ashabul Yamin.

5.      Manusia di bagi tiga, dalam Surah Al Waqiah
a.       Golongan Muqarrabin ( dekat dengan Allah ) , dan orang orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang menurut Azza Wa Jalla masuk surga, mereka orang orang dekat kepada Alla, dan hidupnya tak berjarak dngn Rabbnyaa,  sllu mengingat dan Berdzikir mengingat kebesaran Nya. Mereka akan dalam syurga kenikmatan, segolongan besar orang orang yang terdahulu, dan segolongan kecildari orang orang kemudian, yaitu Umat Muhammad SAW.
b.      Golongan Ashabul Yamin : menurut al quran, di katakan alangkahnya mulianya golongna ini, dan mereka menerima catatan amalannya di dunia dengan tangan kanannya, mereaka berada diantara pohon pohon yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun susun buahnya, dan naungan yang terbentang luas, dan air yang mengalir terus menerus, dan buah buahann yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya. Dan kasur kasur yang tebal dan empuk.
Kami menciptakan mereka ( bidadari ) itu secara langsung, lalu kami jadikan mereka perawan perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya. Betapa indahnya dan nikmatnya yang Allah taala sediakan nanti di akhirat bagi golongan Ashabul Yamin.
c.       Golongan Ashabul Syimal, dikatakan alangkah sengsaranya golongan ini , mereka dalam siksaan angin yang panas dan air yang mendidihm dan naungan asap hitam, tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya, mereka sebelum itu, ketika hidup di dunia, mereka bermewah mewahan,dan mereka terus menerus mengerjakan dosa yang besar.

6.      Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW, barang siapa yang ingi tahu kalau suatu ilmu, kunci pembuka adalah bertanya, maka Allah akan memberi 4 pahala, diantaranya :
a.       Pahala orang yang bertanya.
Dia dapat pahala belajar dan disebabkan pertanyaannya maka dia turut mendapat pahala bilamana orang lain pun ikut mendapat ilmu hasil dari pertanyaannya itu.  Dan jika orang lain itu ikut mengamalkan ilmu itu, maka lagi bertambah-tambahlah pahalanya InsyaAllah. Tapi kena ada adabnya nak bertanya, ada masanya yang boleh bertanya bukan tak kira masa sehinggakan boleh mengganggu perjalanan majlis ilmu.

Dari Abu Hurairah ra pula., katanya: "Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan dari golongan ilmu yang semestinya untuk digunakan mencari keredhaan Allah 'Azzawajalla, tetapi ia mempelajarinya itu tiada lain maksudnya, kecuali hendak memperoleh sesuatu tujuan dari keduniaan, maka orang yang sedemikian tadi tidak akan dapat menemukan keharuman syurga pada hari kiamat." Yakni bau harumnya syurga itu tidak akan dapat dirasakannya.

b.      Pahala menuntut ilmu tersebut.
Dari Abu Umamah ra bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Keutamaan orang alim atas orang yang beribadat ialah seperti keutamaanku atas orang yang terendah di antara engkau semua.” “Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya, juga para penghuni langit dan buni, sampaipun semut yang ada di dalam liangnya, bahkan sampaipun ikan yu, niscayalah semua itu menyampaikan kerahmatan kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada para manusia.”
Adapun yang selain Allah ialah memohonkan agar orang-orang yang mengajar kebaikan itu diberi kerahmatan oleh Allah.

c.       Pahala mendengarkan apa yang di tanyakan.
Dari Ibnu Mas’ud ra katanya: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang yang mendengarkan sesuatu ucapan dari kami – yakni dari Nabi SAW – lalu ia menyampaikannya sebagaimana yang didengar olehnya.  Maka banyak sekali orang yang diberi berita itu lebih dapat mengingat-ingat – yakni lebih memperhatikan – daripada orang yang mendengarnya sendiri?”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan shahih.

Dari Abdullah Ibnu Abbas r.a berkata bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Kamu semua hari ini mendengar perkara-perkara keagamaan dariku, esok perkara-perkara ini didengari pula daripada kamu. Kemudian ia didengari pula dari orang-orang yang mendengarinya daripada kamu (kerana itu dengarlah dengan teliti dan sampaikanlah kepada orang-orang yang selepas kamu, supaya mereka dapat menyampaikan kepada orang-orang selepas mereka, dan urutan ini berterusan).

d.      Pahala dia senang dengan ilmu tersebut
Maknanya orang itu suka pada majlis ilmu itu.  Ini termasuklah orang yang menyokong majlis ilmu itu, yang tolong carikan ustaz/penceramah untuk majlis ilmu, yang tolong menyediakan tempat, yang tolong membuat poster mengwar-warkan majlis ilmu, yang mencadangkan majlis ilmu, yang mempermudahkan majlis ilmu itu berlangsung dan sebagainya. Moga Allah lindung diri kita dari termasuk dalam golongan orang yang membenci majlis ilmu atau yang menghalang dari dapat berlangsungnya majlis ilmu...
Dari Abu Bakar ra meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Jadilah kamu seorang yang alim atau orang yang belajar ilmu agama atau orang yang gemar mendengar pengajian agama dengan teliti, atau menjadi orang yang mencintai ilmu dan ahli ilmu.  Dan jangan kamu menjadi orang yang kelima, yang mana kamu akan binasa.  Kelima ialah kamu membenci ilmu dan ahli ilmu.  (HR Tabrani)


Dokumentasi Remaja Penarukan Lauq :







 







Rabu, 12 April 2017

Merancang Baju Panitia Hari Besar Islam Remaja Penarukan Lauq

Desainya agak Casual,, dikit gan.

makna Warna abu-abu mencerminkan; keamanan, realiabilitas, kepandaian, tenang dan serius, kesederhanaan, kedewasaan, konservatif, praktis,  professional, dan kualitas

Acara Nyongkolan Saudara Om Junaedi



Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta rombongan musik yang bisa gamelan atau gendang beleq.
Contoh nya kami, inilah dokumen pas nyongkolan saudara kita Junaedi 



Dalam pelaksanaannya, karena faktor jarak, maka prosesi ini tidak dilakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1-0,5 km dari rumah mempelai wanita.
Tujuan dari prosesi ini adalah untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat dimana mempelai perempuan tinggal, karena biasanya seluruh rangkaian acara pernikahan dilaksanakan di pihak mempelai laki-laki
Hingga saat ini Nyongkolan masih tetap dapat ditemui di Lombok, iring-iringan yang menarik masyarakat untuk menonton karena suara gendangnya ini biasanya diadakan selepas dhuhur di akhir pekan. apabila anda melakukan perjalanan antar kota di Lombok, maka bersiaplah untuk menghadapi kemacetan insidental akibat Nyongkolan yang dapat anda temui sepanjang jalan, apabila di akhir pekan tersebut banyak digelar pernikahan.








Selasa, 11 April 2017