Sabtu, 11 Februari 2017

Logo Persatuan Remaja Penarukan Lauq


  • Warna Putih Pada Tulisan " Penarukan Lauq " melambangkan Persatuan
  • Warna Hitam  melambangkan Kekuatan
  • Warna Abu Keamanan

  • Warna Putih Pada Tulisan " Penarukan Lauq " melambangkan Persatuan
  • Warna Hitam dan Merah melambangkan Kekuatan
  • Warna Abu Keamanan

KUTIPAN PENGAJIAN BULANAN REMAJA PENARUKAN LAUQ







* 4 Nasihat Malaikat Untuk Baginda Rasulullah Saw*

Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, yang artinya ,
"Jibril mendatangiku lalu berkata, "Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya." Kemudian dia berkata, "Wahai Muhammad! Kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam), dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia." (H.R. Ath-Thabarani, Abu Nu'aim dan Al-Hakim)


Nasehat Pertama "Hiduplah sesukamu,
karena sesungguhnya kamu akan mati!"
Hal yang terburuk bagi manusia adalah kematian, karena dengan datangnya kematian maka manusia tidak akan pernah berbuat apa-apa lagi. Jangankan berbuat, berpikir saja manusia sudah tidak bisa lagi karena tubuh sudah ditinggalkan oleh rohnya. Kematian ini akan datang dan menghampiri setiap manusia dan tidak mungkin meleset. Dan sekalipun manusia melihatnya jauh, namun di sisi ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala adalah dekat. Setiap yang akan datang pasti datang, dan setiap yang akan datang adalah sesuatu yang dekat. ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan." (Q.S. Al-Anbiyā' 21 : 35)
Dengan demikian, hendaklah setiap hamba mempersiapkan diri untuk menyambut tujuan akhirnya yaitu kematian, dengan cara menyiapkan diri untuk sesuatu setelahnya (akhirat).

Nasehat Kedua "Cintailah siapa yang kamu suka,
karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya!"
Setiap mu'min dibebaskan untuk mencintai siapa saja di antara semua makhluk, namun sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Maka jangan sampai seorang mu'min menyibukkan hatinya dengan kesenangan-kesenangan dunia yang fana berupa istri, anak, harta dan selainnya dari hal-hal yang dicintai.
Karena itu – Wahai hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala – bisa jadi semuanya akan pergi darimu, atau bisa jadi kamu yang pergi dari mereka! Maka sibukkanlah hati dengan kecintaan terhadap Dzat yang tidak akan pernah berpisah dan tidak akan pernah terpisah, yaitu dengan mengingat ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala dan melakukan amal shalih yang dicintai oleh-Nya. Karena hal itu kelak akan menemani di alam kubur dan tidak akan pernah berpisah selamanya.



Nasehat Ketiga "Berbuatlah sesukamu,
karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya!"
"Berbuatlah sesukamu" berarti bahwa manusia bebas melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk sesukanya. Namun semuanya akan berakhir saat kematian datang, selanjutnya setelah kematian ternyata ada perhitungan dan pembalasan di akhirat. Setiap orang akan diberi putusan sesuai dengan konsekuensi dari perbuatannya.
 ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (Q.S. Az-Zalzalah 99 : 7-8) Setiap balasan sesuai dengan amal yang telah dikerjakan, jika amalan yang dikerjakan tersebut baik maka balasannya akan menyenangkan dan jika buruk maka perjumpaan dengan balasan tersebut akan sangat menyedihkan.

Nasehat Keempat "Kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam)!"
Ketinggian dan kehormatan seorang mu'min adalah usahanya menghidupkan malam dengan mendawamkan shalat tahajjud di dalamnya, berdzikir dan membaca Al-Qur'an. ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (Q.S. Al-Isrā' 17 :79)


Sabtu, 04 Februari 2017

Perbaiki Jadwal Shalatmu agar Allah Mengatur Jadwal Hidupmu

“PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU” Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore.
Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadwal mereka, saya tak kuasa menentukan jadwal karena saya yang butuh. Pusinglah saya memikirkan jadwal yang mustahil itu.
Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya.
Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, “jadwal sholatmu gimana?”
“jadwal sholat? Apa hubungannya?” saya keheranan. “Sholat subuh jam berapa?” tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya. ”
Errr… Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa,” jawab saya.
“Sholat dhuhur jam berapa?”
“Dhuhur? jadwal sholat dhuhur ya jam 12 lah…” jawab saya.
“Bukan, jadwal sholat dhuhurmu jam berapa?” ia terus mendesak.
“Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar.
Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?” saya makin heran.
Temen saya tersenyum dan berkata, “Pantas jadwal hidupmu berantakan.”
“Lhooo.. kok? Apa hubungannya?” saya tambah bingung.
“Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?” tanyanya lagi.
“Lha iya, makanya saya tadi cerita…,” saya menyahut.
“Beresin dulu jadwal sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah,” jawabnya. “Kok.. hubungannya apa?” saya makin penasaran.
Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku…,” jawabnya.


Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek.
Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget.
Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.
Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna.
Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A, “Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi.” Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadwal saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel.
Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadwalnya.
Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B. “Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadwal general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas.” Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut, “O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?” Dari seberang sana dia menjawab, “OK Mas, nanti saya sampaikan.” Syeep, batin saya berteriak senang.
Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah SMS masuk, bunyinya: “Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup.”
Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadwal menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap! Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits.
Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana. Sampai saya meyakini satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadwal waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadwal hidupmu sebaik-baiknya.
Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita.
Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadwal hidup kita. Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah.
Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya. Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadwal kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.
Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.
Jika suatu hari saya menemukan jadwal saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadwal sholat saya. Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadwal saya akan teratur lagi sebaik-baiknya.
Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

-M. Arief Budiman-

**** Apa yang disampaikan pak Arief Budiman, sesungguhnya pengamalan dari hadits Nabi: Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” [Hadits Sahih riwayat Imam Tirmidzi, Imam Ahmad]

Keindahan dibalik Rencana Allah Swt

“Sesuatu yang menurutmu baik bagimu, belum tentu baik bagi Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk untukmu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”. Seindah-indahnya rencana yang dibuat oleh manusia jika Allah SWT berkehendak lain, maka hanya menjadi pemanis dalam hidup menjadi bingkai dalam mimpi besar kehidupan yang tak sampai.


Rencana yang dibuat berawal dari mimpi indah, mengantarkan seseorang seperti apa yang dia mau. Rencana itu sangat matang bila saja tidak ada hambatan dalam pengamalan. Namun setiap perjalanan pasti ada hambatan. Hambatan itu telah tersedia solusinya ketika rencana tersebut dibuat. Manusia memang pandai berencana begitu indah. Dan manusia sangat bahagia tatkala rencananya berbuah impian yang mempesona. Rahasia Alloh SWT itu indah bila kita pahami dengan khusnudzon, rahasia Alloh SWT itu barokah bila kita menggapainya dengan bersabar. Dia telah memberikan beberapa kenikmatan dan ujian, telah memberikan kebahagiaan dan kesedihan, agar umat manusia memahami makna kehidupan dengan segala bentuk kebaikan dan ketaqwaan.
Dikisahkan, seusai sholat subuh berjamaah di masjid, seperti biasanya si ibu kembali beraktivitas dengan jarum dan benangnya. Ia sibuk menyulam beberapa kain perca untuk dijadikan beberapa hiasan. Seorang putri yang sholihah sedang tiduran di lantai, melihat ke atas dan bertanya kepada ibunya
“Wahai ibu, apa yang engkau perbuat dengan jarum, benang dan kain itu?” Tanya putrinya.
“Aku sedang menyulam sebuah bunga yang indah” Jawab si ibu.
“Tetapi saya melihatnya dari bawah sebuah benang yang sangat ruwet” kata si putri penuh penasaran
Dan ibu tersenyum manis memandangi putrinya dan berkata lembut:
“Anakku yang sholihah, sekarang bersenang-senanglah dengan mainanmu, ibu akan menyelesaikan sulaman ini setelah itu ibu akan memanggilmu dan mejelaskan makna sulaman ini dari atas.”
Putrinya pun bermain dan masih keheranan dengan jawaban si ibu, kenapa ibu hanya menggunakan benang hitam dan putih sedangkan aku melihatnya sangat semrawut menurut pandanganku.
Hingga si ibu memanggil putrinya dan berkata: “Wahai anakku sholihah, kemarilah duduk di pangkuan ibu.
Setelah memenuhi permintaan si ibu, rasa heran putrinya bertambah tatkala melihat bunga-bunga yang indah dengan latar belakang matahari yang sedang terbit seperti pagi ini, sungguh indah sekali terlihat hamparan rumput. Putrinya pun bertambah kagum hingga tak percaya melihatnya, karena yang dilihatnya dari bawah hanya benang-benang ruwet.


Kemudian si ibu menjelaskan dan berkata: “Anakku yang sholihah, jika melihat dari bawah nampaknya benag-benang yang ruwet dan kacau,namun engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah tergambar pola yang direncanakan, dan ibu hanya mengikutinya. Dan sekarang engkau melihatnya dari atas maka yang kamu lihat sebuah bunga yang indah dari sulaman ibu.” Dan manusia hidup selama bertahun-tahun terkadang melihat ke atas dan bertanya kepada Allah;
“Ya Allah, apa yang Engkau lakukan? ”
Ia menjawab: ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.”
Kemudian hamba pun membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet,benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”
Kemudian Allah menjawab,
“Wahai hambaku, teruskanlah perjalanan hidupmu dan bekerjalah sebagai niat ibadah, dan Aku juga menyelesaikan “pekerjaan”-Ku. Suatu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di “pangkuan”-Ku, dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku.”
Ketika kesabaran dan keikhlasan itu selalu terjaga pada tempatnya,
ketika masalah dijadikan sebagai pengalaman yang berharga,
ketika ujian dan cobaan mendera dijadikan pendidikan yang tak ternilai harganya
dan ketika duka cita dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki diri,
Maka Allah memberikan rencana indah-Nya. Allah memberikan buah manis dari pohon kesabaran dan keikhlasan yang kita tanam sehingga pada saatnya kita akan mengetam. Saat kualitas diri kita diuji dengan berbagai onak dan duri, saat itu juga keimanan kita diukur dengan kesabaran yang kuat, maka Allah akan senantiasa mempertemukan dengan bidadari Dunia&Syurga-Nya.
“bagi mereka yang percaya dan mengenali kebaikan dalam segala hal yang menimpa mereka, baik di dunia ini dan dunia luar merupakan bagian dari suatu kebaikan yang kekal.”

Rabu, 01 Februari 2017

Sejarah Organisasi Persatuan Remaja Penarukan Lauq

Pada dasarnya, organisasi kepemudaan di lingkungan Dusun Penarukan Lauq, Desa Kebon Ayu sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Ada yang berdiri secara independen dan ada yang didirikan memang untuk kepentingan sosial lingkungan sekitar. Era kejayaan organisasi yang paling mencolok adalah pada masa Jumarsa, Munawar , dkk. pada tahun 90an. Walaupun memang tidak ada penamaan secara simbolis, namun, banyak program sosial yang mereka lakukan seperti; pengajian remaja, mengadakan perlombaan setiap Hari besar Islam, maupun acara Hari Kemerdekaan.
Semua kegiatan kepemudaan seolah-olah tersentralisasi pada masa itu. Apapun kegiatan yang muncul pasti direspon dengan baik oleh mereka maupun Masyarakat Dusun Penarukan lauq. Namun, setelah mereka semua berkeluarga dan memiliki kesibukan dan kewajiban masing-masing, semua kegiatan seakan-akan lenyap ditelan bumi. Bahkan, sejarah perjuangan mereka kini sudah sedikit sekali yang mengingatnya.Ilmu-ilmu tentang solidaritas sosial remaja untuk membangun lingkungan, tidak ada yang mampu memikulnya setelah era mereka. Warisan tentang kebersamaan tanpa memandang latar belakang pendidikan, agama, hobi, dan karakter pudar entah kemana.

Dahulu, setiap ada PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) semua bisa ikut aktif untuk menyukseskan acara-acara tersebut meskipun tidak semua paham agama. Saat-saat libur Idul Fitri, semua remaja di Dusun Penarukan Lauq serempak berpariwisata sejenak meninggalkan kampung halaman sekedar bersenang-senang. Semua hal tentang kegiatan sosial baik yang bersifat agama  nampak begitu megah dan ramai. Orang tua dan remaja bersinergi mengembangkan Remaja Penarukan Lauq.
Dalam bidang olahraga tercipta Persatuan Sepak Bola yang Bernama RPL Fc , untuk menyalurkan hobi dan bakat pada sepakbola. Bahkan sempat memiliki pelatih saat itu yang bernama Nurajim. Pada keagamaan, tercipta Taman Pendidikan Al quran  dan mampu memberikan gebrakan-gebrakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mi’raj, Pengajian rutin remaja, dan sebagainya. Setelah masa kejayaan itu, setelah Jumarsa dkk. lepas dari kesibukan keremajaannya, para remaja Penarukan lauq tertatih-tatih menjalankan organisasi kepemudaan. Semua berjalan “anget-anget taik ayam” atau tidak mampu berlangsung lama.
Berdasarkan pemikiran dan kinerja para sesepuh itulah pada tahun 2017 ini beberapa remaja mencoba mengembalikan kedigdayaan remaja Penarukan lauq. Beberapa anak muda mencoba membentuk sebuah wadah bagi para remaja yang sedang asik dengan mimpinya. Wadah itu diberi nama Persatuan Remaja Penarukan Lauq (REPAL). REPAL ini mencoba mengembalikan kejayaan dan kreatifitas para remaja Penarukan Lauq tanpa memandang latar belakang karakter, hobi, agama, suku, ras, dan pendidikan. Tujuannya adalah agar semua bisa bersinergi, kompak, dan aktif mengembangkan kreatifitas individu remaja untuk pembangunan di Dusun Penarukan Lauq...



FOTO KEGIATAN MUKER ( MUSYAWARAH KERJA) REPAL








HASIL MUSYAWARAH KERJA REMAJA PENARUKAN LAUQ (REPAL)
DESA KEBON AYU, KEC. GERUNG

A.  PERAMPUNGAN STRUKTUR PERSATUAN REMAJA PENARUKAN LAUQ
  • Penunjukan Dewan Pelindung   : Rasni
  • Penunjukkan Ketua Remaja Penarukan Lauq : Mawardi, S.Pd
1.  Sekjen : Agus Andika
2. Bendahara : Sufi Nurcahyani, S.Pd dan Wabed : Tajuddin
3. Bidang Keagamaan : Dedi Satriawan, S.Pd.I , dkk
4. Bidang Seni dan Olahraga : Suhendri, dkk
5. Bidang Humas : Ramli Ahmad, dkk
6. Bidang Pemberdayaan Perempuan : Reni Riawati, dkk

 B.    VISI DAN MISI REMAJA PENARUKAN LAUQ

V I S I
REPAL ( Remaja Penarukan Lauq ) merupakan wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas generasi muda yang berkelanjutan untuk menjalin persaudaraan dan rasa kebersamaan menjadi mitra organisasi lembaga, baik kepemudaan ataupun sosial dalam pengembangan kreativitas. Kemampuan di bidang Kesejahteraan Sosial baik untuk masyarakat di lingkungan sekitar Penarukan Lauq.

M I S I
  1. Meningkatkan SDM demi masa depan yang lebih baik melalui bidang masyarakat dan menjalin kerja sama dengan Organisasi Remaja lain, melalui pengembangan kelompok usaha bersama.
  2. Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi warga Penarukan Lauq pada umumnya dan khususnya generasi muda Penarukan lauq yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah sosial di Penarukan Lauq.
  3. Melestarikan kesenian dan budaya serta pengembangan minat untuk berolahraga.
  4. Meningkatkan peran Remaja dan Remaji serta memberikan kesadaran pentingnya perlindungan hukum terhadap hak perempuan sebagai anak atau remaja,
  5. Terwujudnya pemuda pemudi yang bertakwa kepada Tuhan YME, penuh perhatian dan peka terhadap masalah dengan daya tahan fisik dan mental yang kuat, tegas dan teguh pendirian serta mampu berkreasi dan berkarya, jujur, sederhana sebagai acuan di masyarakat.
  6. Turut berpartisipasi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta melakukan upaya antisipasi dalam rangka menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

  D.  PROGRAM KERJA UMUM


1. Pengajian Rutin Tiap Bulan,
2. Mengadakan Iuran , 5000 per bulan
3. Dzikiran ke tempat orang yg berduka
4. Membuat Seragam persatuan
5. Mengadakan acara stiap hari besar islam.



  E.   KEPUTUSAN TENTANG LOGO DAN IURAN GUNA PEMASUKAN KAS
1.      LOGO
Logo Persatuan Remaja Penarukan Lauq yang telah disepakati dalam Musyawarah Kerja sebagai berikut.


2.      IURAN KAS
A.  Sebelumnya REPAL tidak menggunakan iuran pokok yang diminta kepada anggotanya. Namun, setelah dimusyawarahkan, iuran pokok itu sangat diperlukan. Iuran tersebut bertujuan untuk sebagai berikut.
·      Bakti sosial apabila ada warga remaja maupun warga Dusun Penarukan lauq yang mengalami musibah ( meninggal dunia )
·     Membantu meringankan apabila REPAL akan mengadakan kegiatan-kegiatan untuk kepentingan umum atau kegiatan pas Hari Besar Islam di Dusun Penarukan Lauq.
B.  Iuran ini akan dipungut dalam satu bulan sekali, yakni pada tanggal 1 - tanggal 14 , sebesar Rp. 5000 . Sementara jadwal pertemuan rutin bulanan akan disusun oleh sekretaris yaitu Agus Andika dan Ramli Ahmad, dkk

NAMA-NAMA ANGGOTA REMAJA PENARUKAN LAUQ








NAMA NAMA ANGGOTA REMAJA PENARUKAN LAUQ
RT 1
Roy
Jumasih
Johan
Ratnadi
Jayadi
Didik
Saedon, S.Pd.I
Andri Yusuf
Tamin
Taufan
Mahyudin
Junaedi Sapoan
Masih Ludem
Mardani
Ramadhan
Sukri
Ompel
Bain
Najib Udin
Budi
Opik
Sapri
Sukasih
Tanwir
Jamal
Sarilah
Sarimah
Salmin
Sarimah Abid
Nurasih
Musleh
Oden Bintang
Eli
Aban
Mahwir Pa’we
Dagul
Adi Amot
Nur
Arfan
Mursidin
Adi Mul
Sukimin
Jamil
Jumasih
Darmawan
Muhali
Selim
Budi Patol

RT 2
Ahyar rosidi
Alwi alkaf
Sumaedi
Mawardi
Ismail
Jumarsa
Mayandi
Gunawan
Bahari
Doni
Pajri
Herman
Dimas
Ramdan
Sul
Usman
Umar
Abdul ghani
Sopyan
Zainul majdi
Kamarudin
Sahdi
Budi
Dedi satriawan. S.Pd.I
Roni
Jumain
Maniin
Ali
Anto
Supar
Sanoden
Emi
Andri
Murahim
Siin
Jamil
Rusly
Rusdi abu
Murat
Amir
Ogah
Eri
Dermasih
Martinah
Surakyah
Suvi
Nur
Lia
Rehan
Kar
Muslimah
Dian
Pakok
Novi
Muhrim


RT 3
Azis
Amran Fataroni
Kadri
Pardan
Bani
Fathur
Solihin
Idris
Adi Endok
Adi Alom
Sahnan
Zeed Khan Albuqsi
Suhendri
Saptiawan
Sukiman
Sukamin
Erol
Ihksan
Mahesa
Angga
Zul Karim
Edi Irawan
Eri
Kariadi
Budi
Roden
Kiman
Anto
Ramli
Hasan
Azis Syeikh
Rizal Terong
Budiman, A.Md
Adi Kes
Juna Jhon
Muhdi
Awal
M. Lemah
Anto
Alwi
Mahli
Ust. Masri
Selimun
Nita
Sukini
Senol
Reni
Erni
Lena
Ana
Ulfa
           Riska agor
Marini


RT 4
Nurkholid
Masu’ud
Izzuddin
Rian Hidayat
Samuadi
Mariana
Kholik
Marsinah
Sapri
Muhadi
Bohri
Ramli Ahmad
Rame
Agus Andika
Putri
Margasih
Muhibbin
Ratnawati
Nursini
Sai
Yahya
Yendra
Juna
Jumasih
Satriadi
Nur Aisyah
Martini
Atini
Naharudin
Marqonaah
Siddiq Semut
Sahdan
Daminah
Ria
Suleha
Herdin
Habib
Saparwadi


RT 5
Agus
Zainuddin
Solihin
Tajuddin
Muhlisin
Rosyid
Mahdi
Martiadi
Kelvin
Sabandi
Bayu
Oden
Soardi
Mawardi
Mawarsi
Sukarmin
Karno
Nusul
Ramli
Sukri
Masren
Sulasih
Edi
Mahsar
Musahar
Ramilah
Nyeli
Mursit
Yek Hadi
Jumadil
Sahban
Fahmi
Deni
Lala
Aton
Sufi Nurcahyani
Yanti
Nurul
Fitri
Lia
Yasih
Ida
Nurul


RT 6
Juna
Yusuf
Nurian
Nasri
Sinasih
Raminah
Sofian
Rosidi
Ardi
Gunawan
Ningrat
Rainah
Rosandi
Hendra
Indra
Marsinok
Nahem
Supardi
Suparlan
Suparman
Roni
Marisah
Sukri
Rosy
Mahyudi
Mahri
Sainah
Herman
  Muhdi
Jumadil
Soari
Sri
Yanti
Rosana
Tina


RT 7
Abdul Latief Syah
Suryadi
Supriadi
Rahmat
Saleh
Tomi
Maki
Deni
Juandi
Dalisah
Darimok
Nasron
Sukrim
Suhaili
Minasih
Iduk
Thoni
Ruslan
Diky
Ormat
Kasnawi
Heru
Edi
Nas
Mulyadi
Karyadi
Munasib Kasfan
Munasib
Rumasih
Sumail
Rajab
Hairul Anwar
Riki
Zainul
Azis Anwar
Jumadi
Agus
Yaris
Rus
Yoden
Hendri
Heri
Sapoan
Raminah
Masirok
Karno
Dado
 Lalu    Lalu Galih
 M. Aldi
Sahari
Sawik
Mahsun
Rodi
Gani
Rosidi Inok
Wati
Marini
Sarakiyah
Ria
Siti
Sri
Mawarni
Rehan
Masiah
Tika Simok
Febi
Lena
Marni
Nurul
Andre
Sufi
Siti Dalimpung
Tika Acip
Maryani
Yuni
Lina Inok
Emi