Dikisahkan, seusai sholat subuh berjamaah di masjid, seperti biasanya si ibu kembali beraktivitas dengan jarum dan benangnya. Ia sibuk menyulam beberapa kain perca untuk dijadikan beberapa hiasan. Seorang putri yang sholihah sedang tiduran di lantai, melihat ke atas dan bertanya kepada ibunya
“Wahai ibu, apa yang engkau perbuat dengan jarum, benang dan kain itu?” Tanya putrinya.
“Aku sedang menyulam sebuah bunga yang indah” Jawab si ibu.
“Tetapi saya melihatnya dari bawah sebuah benang yang sangat ruwet” kata si putri penuh penasaran
Dan ibu tersenyum manis memandangi putrinya dan berkata lembut:
“Anakku yang sholihah, sekarang bersenang-senanglah dengan mainanmu, ibu akan menyelesaikan sulaman ini setelah itu ibu akan memanggilmu dan mejelaskan makna sulaman ini dari atas.”
Putrinya pun bermain dan masih keheranan dengan jawaban si ibu, kenapa ibu hanya menggunakan benang hitam dan putih sedangkan aku melihatnya sangat semrawut menurut pandanganku.
Hingga si ibu memanggil putrinya dan berkata: “Wahai anakku sholihah, kemarilah duduk di pangkuan ibu.
Setelah memenuhi permintaan si ibu, rasa heran putrinya bertambah tatkala melihat bunga-bunga yang indah dengan latar belakang matahari yang sedang terbit seperti pagi ini, sungguh indah sekali terlihat hamparan rumput. Putrinya pun bertambah kagum hingga tak percaya melihatnya, karena yang dilihatnya dari bawah hanya benang-benang ruwet.
“Ya Allah, apa yang Engkau lakukan? ”
Ia menjawab: ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.”
Kemudian hamba pun membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet,benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”
Kemudian Allah menjawab,
“Wahai hambaku, teruskanlah perjalanan hidupmu dan bekerjalah sebagai niat ibadah, dan Aku juga menyelesaikan “pekerjaan”-Ku. Suatu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di “pangkuan”-Ku, dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku.”
Ketika kesabaran dan keikhlasan itu selalu terjaga pada tempatnya,
ketika masalah dijadikan sebagai pengalaman yang berharga,
ketika ujian dan cobaan mendera dijadikan pendidikan yang tak ternilai harganya
dan ketika duka cita dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki diri,
Maka Allah memberikan rencana indah-Nya. Allah memberikan buah manis dari pohon kesabaran dan keikhlasan yang kita tanam sehingga pada saatnya kita akan mengetam. Saat kualitas diri kita diuji dengan berbagai onak dan duri, saat itu juga keimanan kita diukur dengan kesabaran yang kuat, maka Allah akan senantiasa mempertemukan dengan bidadari Dunia&Syurga-Nya.
“bagi mereka yang percaya dan mengenali kebaikan dalam segala hal yang menimpa mereka, baik di dunia ini dan dunia luar merupakan bagian dari suatu kebaikan yang kekal.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar