Pada dasarnya, organisasi kepemudaan di
lingkungan Dusun Penarukan Lauq, Desa Kebon Ayu sudah ada sejak beberapa tahun lalu.
Ada yang berdiri secara independen dan ada yang didirikan memang untuk
kepentingan sosial lingkungan sekitar. Era kejayaan organisasi yang
paling mencolok adalah pada masa Jumarsa, Munawar , dkk. pada tahun
90an. Walaupun memang tidak ada penamaan secara simbolis, namun, banyak
program sosial yang mereka lakukan seperti; pengajian remaja, mengadakan perlombaan setiap Hari besar Islam, maupun acara Hari Kemerdekaan.
Semua kegiatan kepemudaan seolah-olah
tersentralisasi pada masa itu. Apapun kegiatan yang muncul pasti
direspon dengan baik oleh mereka maupun Masyarakat Dusun Penarukan lauq. Namun, setelah mereka semua
berkeluarga dan memiliki kesibukan dan kewajiban masing-masing, semua
kegiatan seakan-akan lenyap ditelan bumi. Bahkan, sejarah perjuangan
mereka kini sudah sedikit sekali yang mengingatnya.Ilmu-ilmu
tentang solidaritas sosial remaja untuk membangun lingkungan, tidak ada
yang mampu memikulnya setelah era mereka. Warisan tentang kebersamaan
tanpa memandang latar belakang pendidikan, agama, hobi, dan karakter
pudar entah kemana.
Dahulu, setiap ada PHBI (Peringatan Hari
Besar Islam) semua bisa ikut aktif untuk menyukseskan acara-acara
tersebut meskipun tidak semua paham agama. Saat-saat libur Idul Fitri,
semua remaja di Dusun Penarukan Lauq serempak berpariwisata sejenak
meninggalkan kampung halaman sekedar bersenang-senang. Semua hal tentang
kegiatan sosial baik yang bersifat agama nampak begitu
megah dan ramai. Orang tua dan remaja bersinergi mengembangkan Remaja Penarukan Lauq.
Dalam bidang olahraga tercipta Persatuan Sepak Bola yang Bernama RPL Fc , untuk menyalurkan hobi dan bakat
pada sepakbola. Bahkan sempat memiliki pelatih saat itu yang bernama Nurajim. Pada
keagamaan, tercipta Taman Pendidikan Al quran dan mampu memberikan gebrakan-gebrakan perayaan Maulid Nabi
Muhammad SAW, Isra Mi’raj, Pengajian rutin remaja, dan sebagainya.
Setelah masa kejayaan itu, setelah Jumarsa dkk. lepas dari kesibukan
keremajaannya, para remaja Penarukan lauq tertatih-tatih menjalankan
organisasi kepemudaan. Semua berjalan “anget-anget taik ayam” atau tidak mampu berlangsung lama.
Berdasarkan pemikiran dan kinerja para
sesepuh itulah pada tahun 2017 ini beberapa remaja mencoba mengembalikan
kedigdayaan remaja Penarukan lauq. Beberapa anak muda mencoba
membentuk sebuah wadah bagi para remaja yang sedang asik dengan
mimpinya. Wadah itu diberi nama Persatuan Remaja Penarukan Lauq
(REPAL). REPAL ini mencoba mengembalikan kejayaan dan kreatifitas
para remaja Penarukan Lauq tanpa memandang latar belakang karakter,
hobi, agama, suku, ras, dan pendidikan. Tujuannya adalah agar semua bisa
bersinergi, kompak, dan aktif mengembangkan kreatifitas individu remaja
untuk pembangunan di Dusun Penarukan Lauq...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar