Rabu, 01 Februari 2017

Sejarah Organisasi Persatuan Remaja Penarukan Lauq

Pada dasarnya, organisasi kepemudaan di lingkungan Dusun Penarukan Lauq, Desa Kebon Ayu sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Ada yang berdiri secara independen dan ada yang didirikan memang untuk kepentingan sosial lingkungan sekitar. Era kejayaan organisasi yang paling mencolok adalah pada masa Jumarsa, Munawar , dkk. pada tahun 90an. Walaupun memang tidak ada penamaan secara simbolis, namun, banyak program sosial yang mereka lakukan seperti; pengajian remaja, mengadakan perlombaan setiap Hari besar Islam, maupun acara Hari Kemerdekaan.
Semua kegiatan kepemudaan seolah-olah tersentralisasi pada masa itu. Apapun kegiatan yang muncul pasti direspon dengan baik oleh mereka maupun Masyarakat Dusun Penarukan lauq. Namun, setelah mereka semua berkeluarga dan memiliki kesibukan dan kewajiban masing-masing, semua kegiatan seakan-akan lenyap ditelan bumi. Bahkan, sejarah perjuangan mereka kini sudah sedikit sekali yang mengingatnya.Ilmu-ilmu tentang solidaritas sosial remaja untuk membangun lingkungan, tidak ada yang mampu memikulnya setelah era mereka. Warisan tentang kebersamaan tanpa memandang latar belakang pendidikan, agama, hobi, dan karakter pudar entah kemana.

Dahulu, setiap ada PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) semua bisa ikut aktif untuk menyukseskan acara-acara tersebut meskipun tidak semua paham agama. Saat-saat libur Idul Fitri, semua remaja di Dusun Penarukan Lauq serempak berpariwisata sejenak meninggalkan kampung halaman sekedar bersenang-senang. Semua hal tentang kegiatan sosial baik yang bersifat agama  nampak begitu megah dan ramai. Orang tua dan remaja bersinergi mengembangkan Remaja Penarukan Lauq.
Dalam bidang olahraga tercipta Persatuan Sepak Bola yang Bernama RPL Fc , untuk menyalurkan hobi dan bakat pada sepakbola. Bahkan sempat memiliki pelatih saat itu yang bernama Nurajim. Pada keagamaan, tercipta Taman Pendidikan Al quran  dan mampu memberikan gebrakan-gebrakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mi’raj, Pengajian rutin remaja, dan sebagainya. Setelah masa kejayaan itu, setelah Jumarsa dkk. lepas dari kesibukan keremajaannya, para remaja Penarukan lauq tertatih-tatih menjalankan organisasi kepemudaan. Semua berjalan “anget-anget taik ayam” atau tidak mampu berlangsung lama.
Berdasarkan pemikiran dan kinerja para sesepuh itulah pada tahun 2017 ini beberapa remaja mencoba mengembalikan kedigdayaan remaja Penarukan lauq. Beberapa anak muda mencoba membentuk sebuah wadah bagi para remaja yang sedang asik dengan mimpinya. Wadah itu diberi nama Persatuan Remaja Penarukan Lauq (REPAL). REPAL ini mencoba mengembalikan kejayaan dan kreatifitas para remaja Penarukan Lauq tanpa memandang latar belakang karakter, hobi, agama, suku, ras, dan pendidikan. Tujuannya adalah agar semua bisa bersinergi, kompak, dan aktif mengembangkan kreatifitas individu remaja untuk pembangunan di Dusun Penarukan Lauq...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar